Kamis, 02 Februari 2012

Pendapat Tokoh-Tokoh Tentang Nabi Muhammad


Jika Lionel Messi bisa mendapatkan predikat Pemain Terbaik di dunia selama 3 tahun berturut-turut, tapi itu belum seberapa dengan seseorang yang berpredikat Manusia Terbaik. Dia adalah Nabi Muhammad SAW, Allah mengutusnya ke tengah-tengah manusia di bumi yang hidup dibwah kebodohan agar kelak menjadikan pengikut-pengikutnya sebagai orang-orang yang berada dalam Jalan Allah yang nantinya akan mendapatkan kenikmatan yang senikmat-nikmatnya di kehidupan yang sesungguhnya, bukan kehidupan yang hanya sementara yang hanya berkisar sampai 70 tahun lamanya hidup. Tapi, hidup abadi di Surga bersama para nabi dan umatnya.

Betapa bagusnya pribadi nabi Muhammad ini, karena dia benar-benar langsung di ajari oleh Allah SWT, semua orang yang pernah bertemu dengannya pasti akan senang dengan Muhammad SAW. Orang-orang kafir sebenarnya senang dengan beliau, akan tetapi orang-orang kafir hanya tidak menyukai ajaran yang dibawa Muhammad SAW. Adakah Manusia yang tidak pernah berbohong dalam hidupnya? Adakah manusia yang tidak marah ketika dirinya dihujani bebatuan? Adakah Manusia yang bisa sabar saat wajahnya diludahi seseorang serta dimaki-maki? Hanya Muhammad seoranglah yang seperti itu.

Tokoh-tokoh dari berbagai kalangan, tokoh Agama, Ilmuwan besar, Peneliti, Ahli dalam suatu bidang berpendapat tentang Nabi Muhammad SAW, 


 ”Saya ingin mengetahui tentang manusia paling
berpengaruh dalam hati jutaan umat manusia
ini… Saya semakin bertambah yakin bahwa
kemenangan yang didapat olehIslam pada
masa-masa itu bukanlah dari ayunan pedang.
Kemenangan itu buah dari kesederhanaan Nabi
yang gigih, keikhlasan Nabi yang telah mencapai
puncaknya, kehati-hatian terhadap semua
amanat yang diembannya, pengabdian yang
mendalam terhadap para sahabat dan
pengikutnya, keberaniannya dan
ketidaktakutannya, hingga keyakinan yang
sempurna terhadap Tuhan dan misinya. Inilah
semua dan bukanlah jalan pedang yang
mengatasi semua halangan-halangan itu. Ketika
saya menyelesaikan Bab kedua dari biografi sang
Nabi, saya menyesal: sudah tidak ada lagi
kehidupan agung lain yang bisa saya pelajari.” –
Mahatma Gandhi, Young India, 1922.


”Adalah tidak mungkin bagi seseorang yang
mempelajari kehidupan dan karakter seorang
Nabi besar dari bangsa Arab itu -yang
mengetahui bagaimana ia mengajar dan
menjalani hidup- hanya akan tiba pada sekedar
rasa hormat saja atas kemuliaan Nabi yang
menakjubkan ini, salah seorang utusan Tuhan
yang teragung. Dan walau pun dalam karya-
karya saya yang mungkin dikenal banyak orang,
saya menulis banyak tentangnya, tetap saja
ketika saya membacanya berulang kali, rasa
hormat, penghargaan dan takjub saya tak
pernah ada habisnya bagi mahaguru dari bangsa
Arabitu.” – Annie Besant, The Life and
Teachings of Muhammad, Madras, 1932


“Citra baiknya mengalahkan ketenaran raja-raja.
Nabi yang diutus Tuhannya ini melakukan
pekerjaan sehari-hari. Ia menyalakan api,
menyapu lantai, memeras susu kambing, dan
menambal sendiri sepatu dan pakaiannya yang
terbuat dari wol. Seakan menolak pencitraan
dirinya sebagai seorang pertapa suci yang
diagungkan, ia menjalani hidup seperti seorang
bangsa Arab dan seorang prajurit – dengan
sedikit makan.” – Edward Gibbon, The History
of the Decline And Fall of The Roman
Empire, Vol. VI, London: The Folio Society,
p.264.


”Dia adalah kepala negara sekaligus pemimpin
agama, dia adalah Kaisar dan Paus jadi satu.
Tapi, dia adalah Paus tanpa kekuasaan kepausan,
dan Kaisar tanpa pasukan kekaisaran, tanpa bala-
tentara yang siap tempur, tanpa pengawal, tanpa
istana,tanpa pemasukan yang tetap.” –
Bosworth Smith, Mohammad and
Mohammadanism, London, 1874, p. 92.


“Seorang laki-laki yang jujur dan setia. Jujur
dalam perbuatan, perkataan dan pemikirannya.
Mereka mencatat bahwa beliau selalu
bersungguh-sungguh terhadap segala sesuatu.
Seorang laki-laki yang pendiam. Diam apabila
tidak ada yang harus dikatakan, tetapi selalu bijak
dan tulus apabila berbicara. Selalu menerangi
setiap persoalan. Ini adalah bagian dari apa yang
disebut perkataan yang bernilai.” (Hero and
Hero-worship, halaman 69).

”Sejarah mengenal banyak para tokoh
pembaharu di bidang agama, yang memiliki
posisi untuk memainkan peran politik. Namun
sering mereka terbukti tak mampu beradaptasi
pada bekerjanya kekuatan-kekuatan ”political
interplay” yang ada. Mereka telah gagal bertindak
pada saat dan tempat yang diperlukan, mereka
tidak tahu cara bagaimana ”membaca” berbagai
tujuan jangka panjang, dan juga tidak berhasil
menjalankan kegiatan praktis yang terus-
menerus dapat berubah, untuk memenuhi
kebutuhan yang juga terus-menerus berubah
sesuai kebutuhan pada saat itu juga. Terkadang
para pemimpin agama itu pun harus
bekerjasama dengan orang yang memiliki
kepiawaian menyiasati – yang tinggi tingkat
kesulitannya – dan yang mampu mewujudkan
rencana-rencana. Tetapi Muhammad
menemukan dalam dirinya semua hal itu: dia
memiliki semua bekal yang dibutuhkan untuk
memenuhi peran gandanya tersebut. Di Medina,
sang penyeru kebenaran abadi tersebut telah
muncul pula sebagai seorang politisi yang ulet
dan handal. Mampu mengendalikan perasaannya
dantidak memperbolehkan perasaan tersebut
terlihat kecuali pada waktunya yang tepat.
Mampu menunggu sekali pun untuk waktu yang
lama, dan bertindak cepat jika saat yang tepat
datang… Dengan cara yang sama – sebagian
besarnya – dia juga telah membuktikan dirinya
sebagai jendral piawai, yang mampu, dalam
merancang peperangan secara cerdik, dan
mengambil langkah tepat yang diperlukan di
setiap pertempuran”. – Maxime Rodinson,
Muhammad, diterjemahkan dari bahasa
Prancis oleh Anne Carter, London.

“Mereka (pengkritik Muhammad Shallallahu Alaihi
wa Sallam) melihat api bukannya cahaya,
mendapat kebodohan bukan kebaikan. Mereka
mengubah setiap kebaikan dengan kejahatan
yang besar. Ha1 ini menggambarkan kebejatan
moral mereka….kritikan tersebut adalah buta.
Mereka tidak bisa melihat bahwa satu-satunya
pedang Muhammad adalah pedang kemurahan
hati, petunjuk, persahabatan, kemauan untuk
memafkan pedang yang menaklukan musuh-
musuhnya dan membersihkan hati mereka.
Pedangnya lebih tajam daripada pedang baja.”
{Pandit Gyanandra Dev Sharma Shastri,
pada suatu rapat di Gorakhpur (India), 1928}

”Sebuah gambaran kesuksesan yang dramatis.
Dialah Muhammad, sang Nabi; dialah
Muhammad sang pejuang; Muhammad sang
pekerja (penggembala kambing, pedagang);
Muhammad sang negarawan; Muhammad sang
orator; Muhammad sang pembaharu;
Muhammad sang pengayom para yatim;
Muhammad sang pelindung para budak;
Muhammad sang emansipator kaum wanita;
Muhammad sang hakim yang adil; Muhammad
sang orang suci. Pada keseluruhan aktifitas
kemanusiaan yang ada, ia bagaikan seorang
pahlawan.” – K.S Ramakhrisna Rao, Profesor
Filosofi di India dalam bukunya:
”Muhammad, The Prophet of Islam”.

“Beliau memilih untuk hijrah daripada harus
berperang melawan rakyatnya sendiri; tetapi
ketika penindasan mereka sudah di luar batas
toleransi barulah beliau mengangkat pedang
untuk membela diri. Mereka yang percaya
bahwa suatu agama bisa disebarkan dengan
kekerasan adalah orang yang bodoh yang tidak
tahu jalannya suatu agama ataupun jalannya
dunia. Mereka bangga dengan kepercayaannya
karena mereka berada di suatu jalan, jalan yang
jauh dari kebenaran” (Seorang jurnalis Sikh
dalam Nawan Hindustan, New Delhi, 17
November 1947).

”Dia seorang diri, mampu menyatukan suku-
suku yang sedang berperang menjadi suatu
kesatuan bangsa yang kuat dan besar dalam
waktu kurang dari dua dekade saja.” – Thomas
Calyle, Heroes And Hero Worship.

”Pemimpin harus memenuhi tiga fungsi –
Menyediakan kesejahteraan bagi pengikutnya,
menyediakan organisasi sosial di mana
rakyatnya merasa aman, dan menyediakan
mereka dengan suatu bentuk kepercayaan.
Orang-orang seperti Pasteur dan Salk adalah
pemimpin dalam fungsi yang pertama. Orang-
orang seperti Gandhi dan Confucius, di satu
pihak, dan Alexander atau Caesar di pihak lain,
adalah pemimpin yang memenuhi fungsi yang
kedua atau mungkin yang ketiga. Yesus dan
Buddha memenuhi fungsi ketiga. Mungkin
pemimpin yang terbesar sepanjang waktu
adalah Muhammad yang mengkombinasikan
ketiga fungsi. Untuk kriteria yang sama, Musa
menduduki tempat kedua.” – Jules
Masserman, Psikoanalis Amerika, Majalah
Time, 15 Juli, 1974.


 ”Menurutku, Muhammad adalah seorang lelaki
biasa. Dia tidak bisa membaca dan menulis. Dia
buta huruf. Kita membicarakan masa 1.400
tahun yang lalu. Dimana sesorang yang buta
huruf membuat pernyataan-pernyataan
menakjubkan, yang secara ilmiah luar biasa
akurat. Saya secara pribadi tidak bisa melihat hal
ini sebagai sebuah kebetulan belaka. Terlalu
banyak akurasi yang dia berikan, seperti Dr.
Moore, saya tidak punya keraguan dalam fikiran
saya bahwa adalah wahyu Tuhan yang
membimbing Muhammad dalam membuat
pernyataan-pernyataan itu” – Dr. TVN Persaud,
Profesor Anatomi, Ahli Kesehatan dan
Penyakit Anak, Kanada. Mempublikasikan
lebih dari 181 tulisan ilmiah. Tahun 1991
menerima penghargaan tertinggi bidang
anatomi di Kanada.


”Dari penelitian-penelitian saya dan apa yang
telah saya pelajari dari konferensi ini, saya
percaya bahwa segala yang telah ditulis di
Qur’an 1.400 tahun yang lalu adalah kebenaran
yang dapat dibuktikan dengan penelitian ilmiah.
Karena Muhammad tidak dapat menulis dan
membaca, Muhammad pastilah seorang utusan
yang menyampaikan kebenaran yang
diwahyukan kepadanya sebagai pencerahan dari
yang Maha Pencipta.” – Profesor Tagata
Tagasone, Mantan Kepala Fakultas
Anatomi dan Embriologi di Universitas
Chiang Mai, Thailand.


”Pilihan saya terhadap Muhammad untuk
menempatkannya pada nomor teratas pada
daftar Manusia Paling Berpengaruh di Dunia
mungkin mengejutkan banyak pembaca dan
menimbulkan pertanyaan bagi lainnya, tetapi Ia
adalah satu-satunya dalam sejarah yang sangat
sukses baik dalam urusan religi
maupun keduniawian.” – Michael H. Hart, The
100: A Ranking Of The Most Influential
Persons In History, New York, 1978, P. 33.


“Muhammad adalah suatu jiwa yang bijaksana
dan pengaruhnya dirasakan dan tak akan
dilupakan oleh orang orang di
sekitarnya.” (Diwan Chand Sharma, seorang
sarjana beragama Hindu, dalam bukunya
The Prophets of the East (Nabi-nabi dari
Timur), Calcutta 1935, halaman 122.)


”Apabila tujuan yang luar biasa besar, dengan
bekal memulai yang amat minim, dan hasil yang
juga luarbiasa besar, adalah tiga syarat untuk
sesorang disebut jenius, siapa yang berani
membandingkan manusia hebat mana pun
dalam sejarah modern ini dengan Muhammad?
Orang-orang yang paling terkenal hanya
menghasilkan senjata, hukum dan kekaisaran.
Mereka menemukan tak lain hanya kekuatan
material yang seringkali lenyap begitu saja di
depan mata. Orang ini tidak hanya
mengendalikan pasukan, undang-undang,
kerajaan-kerajaan, orang-orang dan dinasti,
tetapi jutaan manusia di sepertiga dunia yang
dihuni masa itu; dan lebih dari itu. Dia
menggoyangkan altar-altar, dewa-dewa, agama-
agama,ide-ide, kepercayaan-kepercayaan dan
jiwa-manusia… keuletannya untuk mencapai
kemenangan, tekadnya… kesemuanya semata
dicurahkan untuk satu gagasan mulia, dan
samasekali bukan untuk membangun sebuah
kekaisaran. Filosof, orator, rasul, pembuat
undang-undang, pejuang, pencetus ide-ide,
pelestari ajaran yang rasional dan keyakinan
tanpa simbol-simbol, pendiri duapuluhtiga
kerajaan dengan satu agama, itulah Muhammad.
Dengan menggunakan standar manusiawi apa
pun, kita boleh bertanya, ADAKAH ORANG
YANG LEBIH HEBAT DARI DIA?” – Lamartine,
Histoire de la Turquire, Paris, 1854, Vol. II,
pp 276-277.

Sabtu, 26 November 2011

Steve Jobs Keturunan Nabi Muhammad


Steve Jobs keturunan Nabi Muhammad SAW
Steve Jobs terlahir dengan nama Abdul Lateef Jandali, ayahnya Abdul Fattah John Jandali adalah keturunan langsung dari Nabi Muhammad SAW.

NEW YORK – Semenjak Steve Jobs meninggal dunia, segala sesuatu mengenai mendiang boss Apple Inc ini terus menjadi bahan berita. Yang paling mengejutkan, Steve Jobs disebut sebagai keturunan Nabi Muhammad SAW.
Asal-usul Steve Jobs memang unik, karena ia adalah seorang anak yang diadopsi, putus sekolah, pindah agama, dan berujung sebagai seorang inovator dunia.
Setelah diusut, ayah biologis Steve Jobs bernama Abdul Fattah John Jandali. Keluarga Jandali adalah salah satu dari keluarga terkemuka di Homs, Suriah karena merupakan keturunan langsung dari Nabi Muhammad SAW.
Hal ini ditegaskan oleh Bassma Al Jandali, sepupu Steve Jobs, dalam tulisannya yang dimuat di media massa Amerika Serikat.
Ketika aku terbangun kemarin, aku mendengar kabar menyedihkan bahwa Steve Jobs telah meninggal dunia. Steve adalah sepupu dekatku, tapi kami tidak pernah bertemu atau berkomunikasi secara langsung.
Steve adalah anak dari pamanku, Abdul Fattah Jandali, yang meninggalkan Suriah dan berangkat ke Amerika Serikat pada awal tahun 1950-an untuk kuliah. Pamanku yang pada saat itu berusia 20-an, dengan cepat menyukai gaya hidup dan budaya orang Amerika. Diapun memutuskan untuk tinggal dan bekerja di Amerika Serikat setelah lulus dari kuliah di bidang Politik.
Seorang pamanku, Abdul Wahid, mengatakan bahwa Abdul Fattah memiliki seorang anak laki-laki di luar nikah dari seorang wanita Amerika bernama Joanne. Mereka memberikan anak ini untuk diadopsi.
Abdul Fattah dan Joanne kemudian akhirnya menikah dan mempunyai anak perempuan bernama Mona Jandali Simpson yang kini menjadi novelis terkenal di Amerika Serikat.
Berita buruk selalu tersebar dengan cepat. Seorang sepupuku dari Homs menelpon dan mengatakan bahwa Steve telah tiada. Tapi akupun sudah tahu akan hal tersebut, karena seorang sepupu lain yang tinggal di Amerika Serikat telah terlebih dahulu mengabarkan berita duka itu kepada seluruh keluarga kami.
Reem, sepupuku yang tinggal di Homs, mengatakan padaku bahwa segenap keluarga besar Jandali terguncang dengan kabar ini. Steve telah membantu beberapa anggota keluarga untuk berangkat ke Amerika Serikat demi melanjutkan pendidikan.
Aku teringat saat pamanku Abdul Fattah menelponku. Kami berbicara mengenai asal-usul keluarga Jandali. Kami juga membicarakan mengenai kesehatan Steve dan masa depan Apple. Saat itu aku menyadari bahwa Steve tak akan hidup lebih lama lagi.
Abdul Fattah John Jandali berasal dari keluarga Suriah terkemuka di kota Homs. Keluarga tersebut merupakan keturunan langsung dari Nabi Muhammad SAW.
Steve lahir tanggal 24 Februari 1955 dengan nama Abdul Lateef Jandali. Ayahnya Abdul Fattah kini adalah Wakil Presiden merangkap General Manager di perusahaan Pinnacle Entertainment. Sebelumnya, Abdul Fattah adalah seorang profesor yang mengajar Ilmu Politik dan Ekonomi.
Pagi ini aku merenungkan hubungan kami, tentang keluarga, dan tentang betapa kami tercerai-berai. Tapi meskipun sebagian besar dari kami tidak pernah bertemu, kami tetap terikat dengan hubungan darah.
Perasaan ini semakin berat. Aku berharap aku pernah bertemu dengan Steve. Aku berharap seandainya aku pernah mengatakan selamat tinggal.





sumber

Jumat, 28 Oktober 2011

10 Masjid Tertua di Dunia

1. Quba Mosque, Saudi Arabia
First Built: 622


The designation of the oldest mosque in the world requires careful use of definitions, and must be divided into two parts, the oldest in the sense of oldest surviving building, and the oldest in the sense of oldest mosque congregation. Even here, there is the distinction between old mosque buildings that have been in continuous use as mosques, and those that have been converted to other purposes; and between buildings that have been in continuous use as mosques and those that were shuttered for many decades. In terms of congregations, they are distinguished between early established congregations that have been in continuous existence, and early congregations that ceased to exist (wikipedia).



2. Al-Masjid al-Nabawi, Saudi Arabia
First Built: 622


3. Masjid al-Qiblatain, Saudi Arabia
First Built: 623


4. Jawatha Mosque, Saudi Arabia
First Built: 629


5. Masjid al-Haram, Saudi Arabia
First Built: 638


6. Great Mosque of Kufa, Iraq
First Built: 639


7. Mosque of Uqba, Tunisia
First Built: 670


8. Imam Hussain Mosque, Iraq
First Built: 680


9. Al-Aqsa Mosque, Jerusalem
First Built: 705


10. Al-Zaytuna Mosque, Tunisia
First Built: 709





source

20 Masjid Terbesar di Dunia

20. Al-Aqsa Mosque, Jerusalem
Al-Aqsa Mosque also known as al-Aqsa, is an Islamic holy place in the Old City of Jerusalem. The site that includes the mosque (along with the Dome of the Rock) is also referred to as al-Haram ash-Sharif or “Sacred Noble Sanctuary”, a site also known as the Temple Mount, the holiest site in Judaism, the place where the First and Second Temples are generally accepted to have stood. Widely considered as the third holiest site in Islam, Muslims believe that the prophet Muhammad  was transported from the Sacred Mosque in Mecca to al-Aqsa during the Night Journey. Islamic tradition holds that Muhammad led prayers towards this site until the seventeenth month after the emigration, when God ordered him to turn towards the Ka’aba. Al-Aqsa is comes as twentieth largest mosque of the world.

A mosque is a place of worship for followers of Islam. Muslims often refer to the mosque by its Arabic name, Masjid. The mosque serves as a place where Muslims can come together for prayer as well as a center for information, education and dispute settlement. This post features top 20 largest mosques of the world, hope you will like our effort.








19. Masjid e Tooba (Gol Masjid), Karachi, Pakistan
Masjid e Tooba or Tooba Mosque is located in Karachi, Sindh, Pakistan. Locally, it is also known as the Gol Masjid. Masjid e Tooba was built in 1969 in Defense Housing Society, Karachi is nineteenth largest mosque in the world. It is located just off main Korangi Road. Masjid e Tooba is often claimed to be the largest single dome mosque in the world. It is also major tourist attraction in Karachi. Masjid e Tooba is built with pure white marble. The dome of the Masjid e Tooba is 72 meters (236 feet) in diameter, and is balanced on a low surrounding wall with no central pillars. Masjid e Tooba has a single minaret standing 70 meters high. The central prayer hall has a capacity of 5,000 people. It has been built keeping acoustics in mind. A person speaking inside one end of the dome can be heard at the other end. This mosque was designed by Pakistani architect Dr Babar Hamid Chauhan.







18. Al Fateh Mosque (Bahrain Grand Mosque)
The Al-Fateh Mosque also known as Al-Fateh Islamic Center & Al Fateh Grand Mosque is eighteenth of the largest mosques in the world, capable of accommodating over 7,000 worshippers at a time. he mosque is the largest place of worship in Bahrain. It is located next to the King Faisal Highway in Juffair, which is a town located in the capital city of Manama. The mosque very close to the Royal Bahraini Palace, the residence of the king of Bahrain Hamad ibn Isa Al Khalifah. The huge dome built on top of the Al-Fatih Mosque is made of pure fiberglass.







17. Sultan Ahmed Mosque, Istanbul
The Sultan Ahmed Mosque is a historical mosque in Istanbul, the largest city in Turkey and the capital of the Ottoman Empire (from 1453 to 1923). The mosque is popularly known as the Blue Mosque for the blue tiles adorning the walls of its interior. It was built between 1609 and 1616, during the rule of Ahmed I. Like many other mosques, it also comprises a tomb of the founder, a madrasah  and a hospice. While still used as a mosque, the Sultan Ahmed Mosque has also become a popular tourist attraction. Sultan Ahmed Mosque is known as seventeenth largest mosque in the world.






16. Grozny Central Dome Mosque
Akhmad Kadyrov Grozny Central Dome Mosque is located in Grozny, the capital of Chechnya, and bears the name of Akhmad Kadyrov. The mosque design is based on the Blue Mosque in İstanbul. On October 16, 2008, the mosque was officially opened in a ceremony in which Chechen leader Ramzan Kadyrov spoke and was with Russian Prime Minister Vladimir Putin. This mosque is one of the biggest in Europe. In this mosque ten thousand Muslims can pray at a time and its minarets reach 60m high and is sixteenth largest mosque in the world.






15. Baitul Futuh Mosque
The Bait’ul Futuh Mosque is the largest mosque in Western Europe and fifteenth largest in the world with an area of 5.2 acres (21,000 m2), the mosque complex can accommodate up to 10,000 worshippers. Built in 2003 at a cost of approximately £5.5 million, entirely from donations of the Ahmadiyya Muslim Community, it is located in the south-west London suburb of Morden, next to Morden South railway station, 150 yards from the Morden Underground.







14. Masjid-e-Aqsa Rabwah, Pakistan
Masjid-e-Aqsa is the greatest mosque of the Ahmadiyya Muslim Community. The foundation stone was laid in 1966 and the building’s inauguration took place on March 31, 1972. The mosque is the main mosque of the Ahmadiyya in Rabwah  for 12,000 worshipers. The design came from the mosque, Abdul Rashid, at the request of Mirza Basheer-ud-Din Mahmood Ahmad should occur in one Central Mosque Rabwah. The blueprint was already established during his tenure, but because of the Caliph was not affected, the foundation will be laid. On 28 October 1966 Mirza Nasir Ahmad laid the foundation for the Masjid-e-Aqsa. The Friday Sermon the third Caliph 31 The mosque was opened in March 1972. Masjid-e-Aqsa is fourteenth largest mosque in the world.








13. Masjid Negara, Malaysia
The Masjid Negara is the national mosque of Malaysia, located in Kuala Lumpur. It has a capacity of 15,000 people and is situated among 13 acres (53,000 m2) of beautiful gardens. The original structure was designed by a three-person team from the Public Works Department – UK architect Howard Ashley, and Malaysians Hisham Albakri and Baharuddin Kassim. Originally built in 1965, it is a bold and modern approach in reinforced concrete, symbolic of the aspirations of a then newly-independent Malaysia. Its key features are a 73-metre-high minaret and an 18-pointed star concrete main roof. The umbrella, synonymous with the tropics, is featured conspicuously – the main roof is reminiscent of an open umbrella, the minaret’s cap a folded one. The folded plates of the concrete main roof is a creative solution to achieving the larger spans required in the main gathering hall. Reflecting pools and fountains spread throughout the compound. Masjid Negara known as thirteenth largest mosque in the world.








12. Id Kah Mosque, China
The Id Kah Mosque is a mosque  located in Kashgar, Xinjiang, in the western People’s Republic of China. It is the largest mosque in China and twelfth largest mosque in the world . Every Friday, it houses nearly 10,000 worshippers and may accommodate up to 20,000. The mosque  was built by Saqsiz Mirza in ca. 1442 (although it incorporated older structures dating back to 996) and covers 16,800 square meters.







11. Sultan Qaboos Grand Mosque, Oman
In 1992 Sultan Qaboos directed that his country of Oman should have a Grand Mosque. A competition for its design took place in 1993 and after a site was chosen at Bausher construction commenced in 1995. Building work, which was undertaken by Carillion  Alawi LLC took six years and four months. The Mosque  is built from 300,000 tonnes of Indian sandstone and eleventh largest mosque in the world. The main musalla (prayer hall) is square (external dimensions 74.4 x 74.4 metres) with a central dome rising to a height of fifty metres above the floor. The dome and the main minaret (90 metres) and four flanking minarets (45.5 metres) are the mosque’s chief visual features.







10. Baitul Mukarram, Bangladesh
Baitul Mukarram is the national mosque of Bangladesh. Located at the heart of Dhaka, capital of Bangladesh, the mosque  was founded during the 1960s. The mosque has a capacity of 30,000, giving it the respectable position of being the 10th biggest mosque in the world. However the mosque is constantly getting overcrowded. This especially occurs during the Islamic holy month of Ramadan, which has resulted in the Bangladeshi government having to add extensions to the mosque, thus increasing the capacity to at least 40,000.







9. Jama Masjid, Delhi, India
Jama Masjid, commonly known as the Jama Masjid of Delhi, is the principal mosque of Old Delhi in India. Commissioned by the Mughal  Emperor Shah Jahan, builder of the Taj Mahal, and completed in the year 1656 AD, it is the largest and best-known mosque in India and ninth largest mosque  in the world. It lies at the origin of a very busy central street of Old Delhi, Chandni Chowk. The later name, Jama Masjid, is a reference to the weekly Friday noon congregation prayers of Muslims, Jummah, which are usually done at a mosque, the “congregational mosque”. The courtyard of the mosque can hold up to twenty-five thousand worshipers.






8. Sheikh Zayed Mosque
Sheikh Zayed Mosque in Abu Dhabi is the largest mosque in the United Arab Emirates and the eighth largest mosque in the world. It is named after Sheikh Zayed bin Sultan Al Nahyan, the founder and the first President of the United Arab Emirates, who is also buried there. The mosque was officially opened in the Islamic  month of Ramadan in 2007.






7. Badshahi Mosque, Lahore, Pakistan
The Badshahi Mosque or the ‘Emperor’s Mosque’ in Lahore is the second largest mosque in Pakistan  and South Asia and the seventh largest mosque in the world. Epitomising the beauty, passion and grandeur of the Mughal era, it is Lahore’s most famous landmark and a major tourist attraction. Capable of accommodating 10,000 worshippers in its main prayer hall and a further 100,000 in its courtyard and porticoes, it remained the largest mosque in the world from 1673 to 1986 (a period of 313 years), when overtaken in size by the completion of the Faisal Mosque in Islamabad. Today, it remains the second largest mosque in Pakistan and South Asia and the fifth largest mosque in the world.






6. Faisal Mosque, Islamabad, Pakistan
The Faisal Mosque in Islamabad  is the largest mosque in Pakistan and South Asia and the sixth largest mosque in the world. It was the largest mosque in the world from 1986 to 1993 when overtaken in size by the completion of the Hassan II Mosque in Casablanca, Morocco. Subsequent expansions of the Masjid al-Haram (Grand Mosque) of Mecca and the Al-Masjid al-Nabawi (Prophet’s Mosque) in Medina, Saudi Arabia during the 1990s relegated Faisal Mosque to fourth place in terms of size. Faisal Mosque is conceived as the National Mosque of Pakistan. It has a covered area of 5,000 m2 (54,000 sq ft) and has a capacity to accommodate approximately 300,000 worshippers (100,000 in its main prayer hall, courtyard and porticoes and another 200,000 in its adjoining grounds).





5. The Hassan II Mosque
Located in Casablanca is the largest mosque in Morocco  and the fifth largest mosque in the world. Designed by the French architect  Michel Pinseau and built by Bouygues.[1]  It stands on a promontory looking out to the Atlantic, which can be seen through a gigantic glass floor with room for 25,000 worshippers. A further 80,000 can be accommodated in the mosque’s adjoining grounds for a total of 105,000 worshippers present at any given time at the Hassan II mosque. Its minaret is the world’s tallest at 210 m (689 ft).




4. Istiqlal Mosque
Istiqlal Mosque, or Masjid Istiqlal, in Jakarta, Indonesia  is the largest mosque in Southeast Asia in term of capacity to accommodate people. However in term of building structure and land coverage, Istiqlal is the largest in Southeast Asia and fourth largest in the world. This national mosque of Indonesia was build to commemorate Indonesian independence, as nation’s gratitude for God’s blessings; the independence of Indonesia. Therefore the national mosque of Indonesia was named “Istiqlal”, an Arabic word for “Independence”.





3. Imam Reza Shrine
Imam Reza Shrine in Mashhad, Iran is a complex which contains the mausoleum of Imām Ridha, the eighth Imam of Twelver Shi’ites and known as third largest mosque of the world. Also contained within the complex include: the Goharshad Mosque, a museum, a library, four seminaries, a cemetery, the Razavi University of Islamic Sciences, a dining hall for pilgrims, vast prayer halls, and other buildings.





2. Al-Masjid al-Nabawi
Al-Masjid al-Nabawi “Mosque of the Prophet”), often called the Prophet’s Mosque, is a mosque  situated in the city of Medina. As the final resting place of the Islamic Prophet Muhammad, it is considered the second holiest site in Islam by both Shia and Sunni Muslims (the first being the Masjid al-Haram in Mecca) and is the second largest mosque in the world.






1. Masjid al-Haram, Mecca, Saudi Arabia
Masjid al-Haram is the largest mosque in the world. Located in the city of Mecca, it surrounds the Kaaba, the place which Muslims worldwide turn towards while offering daily prayers and is Islam’s holiest place. The mosque is also known as the Grand Mosque. The current structure covers an area of 4,008,020 square metres (990.40 acres) including the outdoor and indoor praying spaces and can accommodate up to four million Muslim worshippers during the Hajj period, one of the largest annual gatherings of people in the world.


40 Masjid Terindah Di Dunia

Khana kaba
Khana Kaba
The beauty of a Mosque’s architecture is often breathtaking. Here are some pictures of most beautiful mosques around the world.


Prophet Mohammed (PBUH) Mosque
Masjid-e-Nabwi
photo by Jamalaly


Beautiful Mosques
Mosque





Beautiful mosque in Borneo
Wonderful mosque
photo by Samer



Grand Mosque Bahrain
Lightful Mosque
Photo by Faisal Saeed




Beautiful Mosque
photo by Tylerdurden1



Faisal Mosque
photo by M.Rizwan Rafique




most beautiful mosque
photo by Featuredstar




Putrajaya Mosque
Incredible Mosque
photo by Innusa




Grand Mosque Al-Mashun
White Mosque
photo by Hophoptuing




Beautiful Brunei Mosque
Mosque In Water
photo by Al-HakiZah@Hakim A.R




Mosque Art
photo by Shaharban



Masjid
Incredible Photo
photo by Melissa Maples




Amazing Picture
photo by Sarawak State Mosque



Beautiful Mosque In Brunei
Beautiful mosque
Photo By Asifpk
Wonderful Photo
amazing pictures
Desktop Wallpaper
Wallpapers
top wallpaper
Art Work
Most wonderful Mosque
World beautiful mosque
Pray here
mosque photo
mosque picture
beautiful mosque photo
mosque for prayer
incredible mosque photo
mosque
amazing mosque
Photos
amazing mosque art
wonderful photo
Most beautiful mosque of the world
Mosque of the world
Photo by Asifpk
Masjid Picture
Blue Mosque
Blue Mosque
photo by Philip Perfect

Share

Twitter Delicious Facebook Digg Stumbleupon Favorites